cerita

kehidupan itu seperti menulis di sebuah buku dengan tinta sebagai simbol kehidupannya…ketika buku itu habis dan tinta masih tersisa…maka kita harus terus menulis sampai tinta itu habis…sayangnya kita tidak tau buku seperti apa yang akan kita tulis selanjutnya… Dalam masalah cinta pun seperti itu kita tidak akan pernah tau berapa lembar disetiap buku yang dapat kita tulis tentang cinta…dan berapa kisah yang dapat kita tulis tentang cinta…

Seperti biasa sekali lagi dan entah berapa kali lagi saya mengingkari atas perasaan saya… entah karna saya kurang percaya diri atau karena saya takut akan penolakan saya lebih memilih untuk diam dan tidak banyak bertindak..sekalipun sang pria memberikan respon yang positif…

Published in: on December 18, 2012 at 4:41 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://ririndisini.wordpress.com/2012/12/18/cerita/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: